Oktober 20, 2011 oleh lenteramukmin
Bagi orangtua muslim, sudah selayaknya menjadikan Al-qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan perbuatan. Termasuk dalam hal mendidik anak. Menanamkan aqidah adalah pendidikan dasar pertama yang harus ditanamkan orangtua kepada sang anak. Karena aqidahlah yang kelak akan menjadi landasan kepribadian sang anak sekaligus menjadi pandangan hidupnya. Bahkan sejak bayi lahir ke dunia, yang pertama dilakukan orangtua adalah mengazankan ditelinga kanannya dan meng-iqomahkan ditelinga kirinya. Inilah salah satu bentuk penanaman aqidah yang pertama kepada sang anak.
Anak adalah anugerah yang luar biasa. Sepertinya seluruh orangtua sepakat akan hal itu. Adalah wajar jika ada hal terbaru mengenai perkembangan sang anak, serta merta orangtua merasa gembira. Ketika sang anak baru bisa merangkak, berjalan, tertawa, tak lupa orangtua megabadikan momennya. Pun dalam hal berbicara, orangtua tak jarang mengajari sang anak , “Ayo nak, panggil ummi … yang ini abi… ummi,abi “. Begitulah umumnya. Rasa bahagia pun meluap-luap ketika kata yang pertama kali keluar dari mulut kecilnya adalah ‘ Ummiiii’, atau ‘Abiiiiii’. Wajar bila orangtua bahagia. Namun, bijakkah seperti itu?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tarbiyah Anak | Bertanda menanamkan aqidah kepada anak, mendidik anak, mengenalkan Allah kepada anak | Tinggalkan sebuah Komentar »
Juli 5, 2011 oleh lenteramukmin
Beberapa hari lalu adik saya bercerita– ia yang baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan madrasah tsanawiyahnya– tentang acara akhirus sanah (tutup tahun) , seremonial kelulusan di sekolahnya. Seperti biasa, lazimnya berbagai acara seremonial di negeri ini, ada serangkaian sambutan yang berderet-deret. Salah satunya berasal dari pimpinan lembaga tersebut. Ada yang lucu dari untaian sambutannya. Berikut saya petik kelucuannya :
“Anak-anakku sekalian, Alhamdulillah kalian bisa menunjukkan bahwa meskipun sekolah di madrasah tsanawiyah, kalian tidak kalah dengan murid-murid sekolah umum,” kata bapak kita ini bersemangat. Kemudian beliau melanjutkan pernyataannya ,”dengan mengikuti Ujian Akhir Nasional, kalian bisa membuktikan bahwa tsanawiyah tidak kalah dengan SMP. Kalian nanti bisa masuk SMA umum. Tidak hanya sekolah aliyah. Meskipun begitu, bagi yang bersekolah di aliyah, tidak perlu berkecil hati. Sebab , sekarang di aliyah sudah cukup bagus dan maju, jadi tidak kalah dengan SMA,” lanjutnya sumringah. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Taujih | Bertanda islam, pendidikan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Juni 22, 2011 oleh lenteramukmin
Sekali-sekali, marilah kita bernostalgia, mengingat kembali momen beberapa bulan yang lalu atau beberapa tahun yang lalu, saat ada seorang lelaki meminta kita kepada wali. Ketika ada seorang lelaki yang sebelumnya asing dalam hidup, kini mengikat kita menjadi pasangan sejati untuk menghabiskan separuh perjuangan hakiki. Ikatan itu, pernikahan namanya. Sungguh ini bukan perjanjian biasa, mitsaaqan ghaliza, itulah yang mengikat kita. Perjanjian yang kuat. Yang disaksikan oleh Allah dan para malaikat. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Da'wah, Keluarga Sakinah | Bertanda da'wah, Istri sholehah, Menikah, Menikah di jalan dakwah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Juni 15, 2011 oleh lenteramukmin
Disebuah kota kecil bersahaja, jauh dari hiruk pikuk modernitas, tinggal seorang ‘alim ulama sepuh yang sangat dikenal namanya hingga ke seluruh penjuru dunia. Seorang pemilik pondok pesantren yang disegani. Sikap beliau terhadap perjuangan syariat Islam sudah tidak dapat ditawar lagi. Karena perjuangan di jalan inilah yang kerap menjadikan bilik penjara sebagai makanan beliau sehari-hari. Sebut saja beliau Ustadz A. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Da'wah | Bertanda ilmu, pengembang da'wah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Juni 13, 2011 oleh lenteramukmin
Pernahkah terlintas dalam benak anda, sosok seorang istri, alumni perguruan tinggi dan terlihat mumpuni. Namun setiap kalender menunjukkan tanggal ‘tua’ , bukan main resahnya sang istri. Lembar-lembar recehan ditangannya harus dihemat hingga awal bulan depan. Ia berpikir keras, bagaimana caranya agar dapur bisa tetap mengepul, namun detergen dan sabun mandi yang sudah habis harus terbeli. Teori ilmu gizi dan ilmu akuntansi yang ia pelajari sedari dini terpaksa disingkirkan dengan berat hati, karena toh kebutuhan tadi tak terbeli. Sungguh menyita pikiran ketika harus bertahan hidup dari hari ke hari , di sisi lain juga harus ridho dengan pemberian suami. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Keluarga Sakinah | Bertanda berbelanja, hidup hemat, istri, Istri Sejati, istri solehah, keluarga sakinah, Rumah Tangga | 2 Komentar »
Juni 6, 2011 oleh lenteramukmin
-Catatan Menuju Konferensi Rajab 1432 H (1) -
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu…”(QS.Al-Anfal :24)
Dakwah dan Jihad adalah dua kata yang selamanya harus terpatri dalam diri seorang muslim yang menghendaki al-manzilah al-‘ulya (kedudukan tinggi) di sisi Allah SWT. Setiap mukmin yang memahami dan menghayati hakikat kehidupan pasti akan menempuh jalan kebahagiaan abadi di sisi Allah. Ia akan mendekat, berlari, dan terbang menuju keridhaan-Nya. Dan setiap pengemban dakwah yang di dalam relung hatinya terhujam keyakinan bahwa kematian itu kepastian yang cuma terjadi sekali, maka ia akan memilih seni kematian yang paling mulia di sisi Allah.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Da'wah | Bertanda da'wah, Jihad, Konferensi Rajab | Tinggalkan sebuah Komentar »
Juni 1, 2011 oleh lenteramukmin
Ada kesan mendalam yang begitu membekas setelah saya menyelesaikan bacaan kitab Ma’aalim fi Ath-Thoriq karya Sayyid Quthb. Dalam kitab tersebut, beliau menyimpulkan tentang generasi pertama Islam. Generasi para sahabat Rasulullah menurut beliau,adalah generasi Qurani yang unik dan menawan.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Taujih | Bertanda generasi qurani, sayyid quthb | Tinggalkan sebuah Komentar »
Januari 31, 2011 oleh lenteramukmin
Masihkah kita para pengemban dakwah merasa ‘tabu’ membicarakan perihal menikah? Padahal bukan saatnya lagi membicarakan pernikahan dalam suasana merah jambu. Pun sudah bukan saatnya lagi membicarakan pernikahan hanya berkisar kelambu nan mengharu biru. Bukan. Bukan saatnya. Karena pengemban dakwah berbeda dengan orang kebanyakan. Ketika orang lain berbicara pernikahan sebagai pelampias nafsu, maka pengemban dakwah berbicara pernikahan sebagai pintu dari segala sesuatu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Keluarga Sakinah | Bertanda Daulah Islam, Menikah di jalan dakwah, pengemban dakwah | 5 Komentar »
Januari 26, 2011 oleh lenteramukmin
” Aku ingin sekali menyampaikan dakwah ini sampai kepada janin yang ada didalam perut ibu mereka “ -Hasan Al Banna ra-

Sebuah wawancara sederhana yang terekam oleh sebuah majalah Islam menjadi inspirasi saya menulis hal ini. Berawal dari kisah seorang ibu, isteri dari ustadz Mutammimul Ula, sekaligus bunda dari anak-anak penghafal qur’an. Sepuluh orang anak beliau, semuanya, –Subhanallah—menjadi hafidz dan hafidzah. Beliau yang biasa di sapa Ibu Wirianingsih ini, kala itu, melontarkan sebuah statemen, redaksional yang menarik tentang bagaimana struktur pendidikan rumah tangga yang dibangun, yang ternyata merupakan hasil seting pendidikan sang suami, “ Yang membentuk mereka, termasuk saya, adalah Bapak mereka. Saya hanya pelaksananya saja. Ibarat membuat sebuah bangunan, suami sayalah yang merancang dan membuat kerangkanya, lalu saya yang mengisinya.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tarbiyah Anak | Bertanda pendidikan anak, pengasuhan anak dalam islam, peran ayah dalam tumbuh kembang anak | 1 Komentar »
Januari 26, 2011 oleh lenteramukmin

Islam mendorong umatnya untuk bersikap zuhud terhadap dunia. Namun Filosofi “zuhud” dalam Islam itu tidak berarti memisahkan seseorang dari upaya,pekerjaan, produktivitas dan aktivitasnya untuk memakmurkan dunia, sebagaimana yang di salahpahami oleh sebagian orang. Tujuan zuhud tidak lain untuk memelihara jiwa agar tidak terjerumus ke dalam penghambaan terhadap kehidupan dunia. Sebab, Islam dengan jelas menyerukan agar berusaha dan bekerja. Menjauhkan diri dari kefakiran. Rasulullah pernah ditanya tentang hakikat zuhud. Lalu beliau menjawab, “Zuhud bukanlah mengharamkan yang halal dan melenyapkan harta-kekayaan. Yang dinamakan zuhud terhadap dunia adalah engkau merasa lebih kaya dengan apa yang ada pada sisi Allah daripada dengan apa yang ada ditanganmu.” Imam Ahmad bin Hambal pun pernah ditanya,” Dapatkah seseorang dikatakan zuhud sementaranya ditangannya terdapat seribu dinar?” Beliau menjawab, “tentu saja”,. Kemudian ditanyakan lagi,” Apa sajakah tanda-tandanya?” Kemudian beliau menjawab,”Tandanya adalah kalau dinarnya bertambah dia tidak bergembira, dan kalau berkurang dia tidak sedih.”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Iqtisadiyah | Bertanda harta aktivis dakwah, harta dan jihad, kocsep harta dalam islam | Tinggalkan sebuah Komentar »
Januari 26, 2011 oleh lenteramukmin

Fakta menunjukkan bahwa umat Islam hingga kini masih dipimpin atas dasar sistem sekuler yang sengaja di paksakan oleh kafir penjajah supaya penjajahan dan sistem yang mereka anut tetap langgeng. Maka bukan hal yang aneh jika umat Islam pun notabene masih digerogoti oleh sistem ekonomi kapitalis dalam semua sektor kehidupan perekonomiannya. Banyak umat islam yang dengan bangga memperkenalkan konsep ekonomi kapitalistik, ini terlihat di negeri yang dihuni oleh muslim terbesar ini, konsumsi buku-buku tentang investasi harta kekayaan dengan berbagai metode dan konsepnya menjadi best seller. Training-training dan seminar tentang menggandakan kekayaan laris manis, bahkan yang dibungkus dengan label ‘islam’ sekalipun, entah dengan hitungan matematika sedekah yang dapat menggandakan kekayaan anda, investasi emas, dan lain-lain.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Iqtisadiyah | Bertanda pemikiran ekonomi kapitalis | Tinggalkan sebuah Komentar »
Januari 26, 2011 oleh lenteramukmin

Kita semua tahu kehidupan dakwah dan aktivitas Islam itu sangat berat, sulit, penuh cobaan, tantangan, dan sarat dengan godaan-godaan yang menyesatkan. Karena ketika seseorang memilih hidup untuk berdakwah, berarti ia harus siap menghadapi jalan kebenaran yang sarat dengan onak dan duri. Betapa tidak, kemungkaran bersliweran setiap waktu disana-sini dan mengakar, hingga tidak lagi dianggap sebagai kemungkaran. Antara yang haq dan yang bathil dipertukarkan. Kalaupun seorang pengemban dakwah ingin merubahnya,ia ibarat berhadapan dengan tembok super kokoh. Dunia (materi) tidak ketinggalan tampil memikat dihadapan para pengemban dakwah, dengan dandanan amat memikat, guna menjajakkan kenikmatan semunya. Tingginya derajat seorang pengemban dakwah diruntuhkan dengan konspirasi-konspirasi negatif yang dibangun musuh-musuh Islam, sehingga pengemban dakwah di mata masyarakat kebanyakan kini, laiknya monster berbaju teroris. Bagaimana tidak, wong setiap hari mereka disuguhkan berita negatif tentang pencitraan buruk pengemban dakwah. Menyaksikan dan mendengar bahwa algojo jahiliyah mengarahkan moncong senapan ke dada pengemban dakwah, menembak langsung mereka yang melawan sembari memekikkan takbir.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Da'wah, Taujih | Bertanda nasihat untuk aktivis dakwah, rintangan dalam dakwah, taujih ruhiyah | Tinggalkan sebuah Komentar »